Depresi Ganggu Fungsi Seksual

depresi ganggu fungsi seksual [lensaglobe.blogspot.com]


Lensa Globe – SINDROM patah hati sebenarnya hanya stila awam. Bukan istilah kedokteran jiwa dan belum sampai ke depresi. Akan tetapi, jika dibiarkan berkepanjangan maka akan mberlanjut depresi.
Menurut Dokter Spesialis Kejiwaan RS Pendidikan Unhas, Saidah Syamsuddin, episode depresif, dulu dikenal sebagai Neurosa Depresif. Disebut juga gangguan Dismitik (ringan) yaitu gangguan mood, kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental (berpikir, berperasaan, dan berperilaku) seseorang.

Depresi biasanya terjadi saat stress yang dialami oleh seseorang tidak kunjung reda. Depresi yang dialami berkorelasi dengan kejadian dramatis yang baru saja terjadi atau menimpa seseorang sehingga mood yang secara dominan muncul adalah perasaan tidak berdaya dan kehilangan harapan.

Berbeda pula dengan gangguan Anhedonia, yaitu suatu keadaa ketika seseorang tidak bisa merasakan nikmat dari kegiatan menyenangkan yang dilakukannya. Saat ini Anhedonia diakui sebagai inti gejala depresi. 

Orang-orang dengan gejala anhedonia memiliki suasanan hati yang datar. Mereka tidak bissa bereaksi semestinya atau merasakan apapun. Tidak ada variasi suasana hati sehingga kesulitan untuk mengambil keputusan ke depan.

“Orang datang ke dokter mengeluhkan pelbagi sakit fisik, padahal sebenarnya dia sedang mengalami depresi ringan,” ujar Saidah.

Sebuah pepatah lama mengatakan, “Jika kesedihan tidak diungkap dengan air mata, maka organ-organ tubuh lainlah yang akan menangis. Ini yang disebut psikomatik, yaitu gangguan terjadi di jiwa, tappi tampil di badan. Misalnya, sakit maag. Padahal semua bagus, makan teratur, tidak pernah makan pedas, tapi kok kena,” kata Saidah.

Lebih lanjut dokter yang juga sekaligus dosen bagian Psikiatri Fakultas Kedokteran Unhas ini mengatakan, depresi yang tidak ditangani dengan baik akan berlanjut menjadi depresi berat berakibat konsentrasi berkirang, jantung mengencang, dan gejala-gejala keluhan fisik/somatic seperti berat badan turun,gangguna tidur, bahkan hingga disfungsi seksual danlain sebagainya yang sangat bisa mengganggu kesehatan seseorang atau hingga muncul pikiran bunuh diri.


Dia pun menyarankan bahwa perlu perubahan pola hidup, meditasi keluarga, dan psikioterapi (tergantung jenis yang menyebabkan stress) dan penggunaan obat-obat antidepresan.
Previous
Next Post »

Aturan untuk berkomentar bagi para blogger sejati:
1. Jangan berkomentar yang mengandung unsur SARA, pornografi atau hal-hal diskriminatif
2. gunakan bahasa yang baik yah
3. Komentar SPAM otomatis akan terhapus EmoticonEmoticon

Pasang Iklan lensaglobe.com