3 Orang asing yang pernah membuat indonesia bangga



1. Fokker

Anton Herman Gerard Fokker (6 April 1890 – 23 Desember 1939) Adalah Seorang pelopor penerbangan dan produsen pesawat terbang Belanda – Amerika . Anthony (Tony) Fokker dilahirkan di Kediri, Jawa Timur. anak dari Herman Fokker seorang pemilik perkebunan kopi Belanda.
Fokker memproduksi sekitar 40 jenis pesawat di Jerman pada masa Perang Dunia I. Ialah yang mengorganisasi produksinya. Sebagian besar dibuat oleh staf konstruksi. Yang paling mencolok adalah mekanisme terminasi yang memungkinkan pilot menembakkan senapan dengan baling-baling pemutar. Fokker mendapat bantuan dari seseorang yang mengalahkan Morane (buatan Perancis) dengan peralatan primitif dari jenis yang sama (ditemukan oleh Raymond Saulnier). Ketika digabungkan ke Fokker Eindecker yang terkenal, penggunaan mesin kendali tangkai dorong itu menuju pada fase superioritas udara Jerman yang dikenal sebagai Fokker Scourge.
  2.Barack Obama

Barrack Obama lahir di Honolulu, Hawaii, 4 Agustus 1961. Dia dan Keluarganya pindah ke Jakarta, Indonesia tahun 1967. Obama kemudian bersekolah di SD Santo Fransiskus Asisi di Tebet, lalu pindah ke SDN Menteng 1 (sekarang SD Besuki) di Menteng hingga ia berusia 10 tahun. Saat ini Obama masih dapat berbicara bahasa Indonesia dengan tingkat dasar.
Kesan Obama akan Indonesia

“Anak-anak dan istri saya harus tahu dan melihat secara langsung betapa hebatnya Indonesia. Indonesia hebat karena memiliki budaya yang beragam tetapi mereka bisa saling menghargai dan menghormati satu sama lain.” (tapi sekarang Indonesia tidak sebaik dahulu (redaksi))
Barak Obama mengakui bahwa cara pandang bangsa Indonesia pada umumnya yang selalu berpikir tenang dan tidak emosional dalam menghadapi suatu persoalan telah menjadi bagian dari pribadinya setelah dewasa kini.

“Pengalaman berharga saya dengan masyarakat Indonesia di Jakarta pada waktu saya masih kecil telah menjadikan saya sebagai pribadi yang tenang. Ya, orang Indonesia ramah dan sangat tenang dalam menghadapi kehidupannya
“Saya ingin sekali melihat rumah lama saya di Menteng Dalam, SD Asisi, dan SD Besuki 01 Menteng,” kata Obama saat diwawancarai Putra Nababan.
Seingat Obama, waktu masih tinggal di Kawasan Menteng Dalam, semua kehidupan di sekelilingnya mengalir begitu tenang, damai dan tentram. Tak ada hiruk pikuk atau kemacetan kendaraan yang lewat di jalan raya.
“Kendaraan yang mendominiasi jalan kota Jakata pada tahun 1967 adalah becak,” kenang Obama.
Dulu di Jakarta Obama sering naik becak bersama mendiang Ibunya Ann Dunham dan ayah tirinya Lolo Soetoro.
Rumah Obama terletak persis di belakang SD Asisi yaitu di Jalan H Ramli. Di rumah tersebut tinggal pula adik tirinya, Maya Soetoro.

Obama memang luar biasa, manusia biasa yang tak menghapus memori masa kecilnya yang bersahaja, indah bersama teman bermain, teman sekolah, guru-guru, tetangga, teman main bola, teman main sepeda, dan para kerabat ayah tirinya yaitu keluarga besar Soetoro, trah Martodihardjo Jayeng Prawiran yang berasal dari Jogja.
Obama semasa kecil selama di Jakarta dulu ternyata menggemari makanan pinggir jalan. Obama suka adalah sate, bakso, dan nasi goreng.
“Saya ingat sekali sewaktu masih di Jakarta. Kalau malam hari di depan rumah pasti lewat tukang sate ayam yang sedang menjajakan dagangannya dengan berteriak, SATEEE! Hm saya suka sate. Saya suka makanan pinggir jalan.”
“Itu malam hari. Tapi kalau siang hari yang terdengar adalah suara mangkok yang dipukul sendok. Itu tandanya tukang bakso lewat,” tambahnya.
Nah, begitu indah dan membekasnya kenangan Obama terhadap Indonesia.
Sangat menyentuh. Sungguh, Obama masih tetap seperti dulu sederhana dan bersahaja.
Pada kesempatan tersebut Obama juga menyampaikan salam dan sekaligus permintaan maafnya terhadap salah seorang temannya di Menteng Dalam.

Obama bercerita, pada saat berboncengan naik sepeda di depan rumahnya, temannya itu terjatuh. Kecelakaan kecil itu bisa terjadi karena keduanya bercanda dengan saling menggelitik. Akibatnya, tangan teman Obama tersebut patah. Namun Obama lega karena kini dia mendapat kabar bahwa teman bermainnya tersebut sehat-sehat saja.
“Saya lega, karena teman bermain saya itu sudah sehat kembali. Putra, Sampaikan salam saya pada teman bermain saya itu. Sampaikan maaf atas keusilan saya pada saat saya masih kecil dulu,” kata Barack Obama bersungguh-sungguh.

Begitulah Obama, walaupun dia sudah menjadi orang nomor satu dan orang penting di Amerika Serikat, dia tetap tak pernah melupakan siapa pun yang pernah mengisi hari-hari indahnya di masa lalu. Terutama teman-teman sepermainannya di Jakarta.
Selain Jakarta, Obama mengungkapkan ingin mengajak anak istrinya ke Yogyakarta untuk melihat candi Borobudhur dan ke Bali.
Ya itulah kesan dari wawancara yang disampaikan Obama, Anak Menteng yang kini menjadi Presiden sebuah negara besar. Sebuah kebesaran jiwa tanpa meninggalkan sejarah.

3.Giovanni van Bronckhorst


Giovanni van Bronckhorst lahir pada 5 Mei 1975 di Rotterdam. Kalau yang ini pasti sudah banyak yang tahu. Pemain timnas belanda ini pernah membela banyak klub besar seperti RKC Waalwijk, Feyenoord Rotterdam, Rangers, Arsenal, FC Barcelona, Feyenoord Rotterdam. Ayahnya orang asli Indonesia, ibunya adalah orang maluku, Ramah terhadap orang Indonesia, berharap besok waktu dapat menjadi pelatih Indonesia. Indonesia sangat senang hati dengannya.
sumber : seriuslho.blogspot.com ; lensaglobe.com ; 15 agustus 2015
Previous
Next Post »

Aturan untuk berkomentar bagi para blogger sejati:
1. Jangan berkomentar yang mengandung unsur SARA, pornografi atau hal-hal diskriminatif
2. gunakan bahasa yang baik yah
3. Komentar SPAM otomatis akan terhapus EmoticonEmoticon

Pasang Iklan lensaglobe.com